Istilah ‘ejakulasi’ mungkin lebih identik dengan kaum adam alias pria. Padahal kenyataannya, wanita pun juga bisa mengalami apa hal serupa seperti ejakulasi pada pria. Apa itu?

Kondisi tersebut lebih dikenal dengan istilah ‘squirting’. Meskipun demikian, dr Hari Nugroho, SpOG, dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, menyebutkan bahwa The Journal of Sexual Medicine pada tahun 2011 menerbitkan hasil penelitian yang menyataan bahwa orgasme dan squirt merupakan dua hal yang berbeda.

Menurut dr Hari, ejakulasi wanita adalah keluarnya cairan berbau khas, kental keputihan dari prostat wanita. Sedangkan squirt adalah keluarnya cairan encer dari kandung kemih.

“Tapi pada dasarnya squirt merujuk pada ejakulasi wanita. Nah, squirt seringkali dianalogikan sebagai keluarnya cairan di dalam vagina atau perasaan adanya cairan yang keluar saat orgasme,” terang dr Hari.

Sementara itu, pengamat kesehatan seksual dari Universitas Tarumanegara, Dr Andri Wanananda, MS, squirting adalah ejakulasi pada perempuan (female ejaculation).

“Saat perempuan mencapai orgasme biasanya hanya terjadi spasme pada rongga vagina disertai lubrikasi vagina yang memuncak. Dalam persentase kasus yang amat kecil, ada wanita yang bisa squirting sehingga hingga terpancar cairan yang cukup banyak dari vaginanya saat orgasme, seperti ejakulasi pria,” ungkap dr Andri.

Dikutip dari Everyday Health, Kamis (4/12/2014), pakar seks Feinberg School of Medicine-Northwestern University, Chicago, dr Laura Berman menuturkan juga bahwa ejakulasi wanita umumnya dapat dicapai dengan menstimulasi area G-spot. Nah, untuk mempermudah wanita mencapai puncak kenikmatan bercinta, cobalah beberapa posisi seperti woman on top.

“Yang pasti, tidak semua wanita bisa ejakulasi dengan mudah,” lanjut dr Berman. detik.com